adakah hubungannya antara kalah dan mengalah ? kalah dan mengalah sama - sama menggunakan kata " alah ", kalau dalam basa jawa, orang yang ingin mengabaikan sesuatu, biasanya mengucapkan kata " alah...", dalam hal ini bermakna negatif.lha kok ? lalu apa hubungannya? ya jelas ada...
orang yang kalah, ia mengabaikan sesuatu yang membuat ia menang. ia terus menerus mengejar apa yang diinginkannya, tanpa memperhatikan benar tidaknya..he..bingung ya? ia pikir, ia menang dengan memenangkan egonya, tapi sesungguhnya ia sedang kalah.
sedangkan mengalah, sama juga menggunakan kata " alah ", namun " alah " di sini bermakna positif. karna ia mengabaikan sesuatu yang tidak benar, sehingga ia mau mengalah. mengalah untuk hal - hal baik. itulah kemenangan. Hayo pilih mana, kalah atau mengalah ? ^_^ begitu yang terikat hari ini. ( spirit pagi yang menginspirasi )
Pages
Sabtu, 25 Juni 2011
Selasa, 21 Juni 2011
LIBUR ITU
LIBUR ITU..adalah saatnya mengisi dan mengumpulkan kembali energi, smangat yang sempat tercecer. tapi sebenarnya, libur ndak sich, lha libur juga tetap di sekolah. ( he..he..habisnya sudah cinta banget sama sekolah ), sekolahku adalah rumahku dan rumahku adalah sekolahku. Tiada kata libur untuk berjuang ! cie..
LIBUR ITU..menata lagi semangat baru, menyingkirkan hati - hati yang berdebu, dan bersiap menyambut hari yang baru. selagi masih bisa dan mampu. Ya Rabb..bimbing kami semua, kuatkan langkah kami di setiap waktu.
LIBUR ITU..menata lagi semangat baru, menyingkirkan hati - hati yang berdebu, dan bersiap menyambut hari yang baru. selagi masih bisa dan mampu. Ya Rabb..bimbing kami semua, kuatkan langkah kami di setiap waktu.
Label:
corat coret
Jumat, 17 Juni 2011
Sampai di sinikah
Sampai di sinikah kawan? Segala impian harus bermuara .semoga tidak. Apa yang teraih saat ini adalah bukti kebesaranNya. Dialah Rabb yang senantiasa menguatkan kita sampai di sini dan saat ini. Teruslah berfikir dan berjiwa besar. Karna itulah potensi yang diberikan Allah buat kita semua. Dengan begitu, smua beban berat pun akan terasa ringan. Teruslah lahirkan impianmu.
Sampai di sinikah kawan ? langkah harus terhenti. Semoga tidak. kaki ini harus terus melangkah, sungguh kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang terluang. Teruslah melangkah sampai ketika Sang Pemilik nyawa menghendaki kita untuk berhenti. Siapa yang mau berusaha, di situ pasti ada jalan.
Sampai di sinikah kawan ? semoga tidak. Sesuatu dengan kesyukuran, akan melahirkan keberkahan dan kebahagiaan. Karna BAHAGIA itu ada di SINI, tiada karna belum TERSYUKURI. Ke mana kah berikutnya kaki ini kan melangkah ? semoga dan semoga Jannah jua yang kan mempertemukan kita kelak.
Sampai di sinikah kawan ? langkah harus terhenti. Semoga tidak. kaki ini harus terus melangkah, sungguh kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang terluang. Teruslah melangkah sampai ketika Sang Pemilik nyawa menghendaki kita untuk berhenti. Siapa yang mau berusaha, di situ pasti ada jalan.
Sampai di sinikah kawan ? semoga tidak. Sesuatu dengan kesyukuran, akan melahirkan keberkahan dan kebahagiaan. Karna BAHAGIA itu ada di SINI, tiada karna belum TERSYUKURI. Ke mana kah berikutnya kaki ini kan melangkah ? semoga dan semoga Jannah jua yang kan mempertemukan kita kelak.
Label:
renungan
Kamis, 16 Juni 2011
Ayo ngaji Mi...
" ayo ngaji Mi...", pintamu di suatu hari. Menirukan gaya ustadzah-mu di PAUD ketika mengajar. Berlagak seolah jadi ustadzah, kau mainkan peranmu, sesuai kehendak hati.
kuikuti saja apa perintahmu. semakin membuatku penasaran. hari ini, ilmu apalagi yang kau dapat Nak ???
" Iya pinter...", pujimu setelah kuturuti kemauanmu.
dan kau pun tertawa renyah. menundukkan kepala, malu.
" makasih ustadzah..." balasku, sambil menggodanya.
tawamu menyusul lagi.tersipu...
" ngajinya sudah Mi...sekarang makan dulu ya..."
pura - pura, diambilnya sebuah piring dan sendok. ditawarinya aku makan..
" Umi makan sama apa ? ikan ? sayur ?"
" apa saja ustadzah yang penting halal" jawabku mengimbangi.
( mudeng tidak ya, soal halal ??? )
" do'a dulu ya Mi.."
" do'anya gimana ustadzah ? ajari Umi ya..."
" Umi aja yang jadi ustadzah..."
" mbak Ayya saja ya...nyanyi dulu yuuk "
CUCI TANGAN
LALU BACA DO'A
MAKANLAH DENGAN TANGAN YANG KANAN
AMBIL SECUKUPNYA
DAN YANG PALING DEKAT
ITULAH ADAB DI WAKTU MAKAN
" yeee....", teriaknya seru.
berikutnya, terlantunlah do'a sebelum makan .
Dan ujungnya.." udah Mi..CAPE ^_^
kuikuti saja apa perintahmu. semakin membuatku penasaran. hari ini, ilmu apalagi yang kau dapat Nak ???
" Iya pinter...", pujimu setelah kuturuti kemauanmu.
dan kau pun tertawa renyah. menundukkan kepala, malu.
" makasih ustadzah..." balasku, sambil menggodanya.
tawamu menyusul lagi.tersipu...
" ngajinya sudah Mi...sekarang makan dulu ya..."
pura - pura, diambilnya sebuah piring dan sendok. ditawarinya aku makan..
" Umi makan sama apa ? ikan ? sayur ?"
" apa saja ustadzah yang penting halal" jawabku mengimbangi.
( mudeng tidak ya, soal halal ??? )
" do'a dulu ya Mi.."
" do'anya gimana ustadzah ? ajari Umi ya..."
" Umi aja yang jadi ustadzah..."
" mbak Ayya saja ya...nyanyi dulu yuuk "
CUCI TANGAN
LALU BACA DO'A
MAKANLAH DENGAN TANGAN YANG KANAN
AMBIL SECUKUPNYA
DAN YANG PALING DEKAT
ITULAH ADAB DI WAKTU MAKAN
" yeee....", teriaknya seru.
berikutnya, terlantunlah do'a sebelum makan .
Dan ujungnya.." udah Mi..CAPE ^_^
Label:
bintang
Selasa, 14 Juni 2011
AA tahun
Arahan akhir tahun. Sebuah momentum " bersejarah ". Kenapa kukatakan bersejarah ? karena ini adalah momentum yang takkan terulang lagi. kalaupun terulang tentu tak sama momentnya.
teringat 3 tahun silam , dalam forum yang hampir sama.
teringat 3 tahun silam , dalam forum yang hampir sama.
Label:
serpihan
Senin, 13 Juni 2011
waktu ini

Dan pagi pun menemaniku di sini. dalam bahagianya hati. menyusuri nikmat sehat dan waktu luang. Menjelang subuh adalah waktu yang sangat berharga. merenungi tapak - tapak terlewat dan yang kan datang. WAKTU. pagi ini aku berpikir tentang itu. dan " DEMI MASA " sebuah pengingat, betapa cepatnya waktu ini berlalu. serasa baru kemarin jadi mahasiswa ( sekarang jg ttp mahasiswa euy ! mahasiswa kehidupan ), dan kini..^_^ alhamdulillah takkan cukup waktu menghitung setiap karuniaMu ya Rabb.
Label:
renungan
Langganan:
Komentar
(
Atom
)