Pages

Jumat, 26 November 2010

Special tea for Umi





Mengamati anak – anak mengexplorasi mainannya. Sesuatu yang seru! Lepas, berani untuk mencoba .
“ mi..Umi..minta air ? “ sapa ayya sambil membawa gelas kesukaannya
“ mau buat apa mbak Ayya ? “
“ buat teh ya mi ya..”
Kutuangkan air di gelasnya.
“ sama teh mi…” pintanya memburuku
“ iya, sabar ya Nak,..” jawabku sambil membalik ikan goreng yang hampir gosong.
“ mi..mi…mi…” ia sudah berteriak – teriak minta teh….
Kuambilkan teh untuknya, kulanjutkan lagi aktivitasku di dapur.
Sejenak kubiarkan dia mencoba apa yang diinginkannya. Kudengar dia membutuhkan gula
“ pake gula Mi..”
“ iya, ambil sendiri ya, itu ada di meja …”
“ gelas lagi Mi…”
Sepertinya dia sudah mulai tahu kalau Uminya lagi repot dan mengejar waktu
Diambillah benda – benda yang diinginkannya.
Piring, gelas, sendok, mangkok dan baskom pun ikut turun ke lantai menemaninya bermain.
Sambil bermain, kudengar gumam – gumam kecilnya, bersenandung lagu kesukaannya
“ catu dua tida empa ima enam tuju lapan capa lajin ke cekola cari ilmu campe dapa…”
“ cunggu cenang amat cenang, banun pagi pagi cunggu cenang “
Ia pun terus asyik dengan percobaannya.
Air di kasih gula, diaduk – aduk, dituang – tuang, dari gelas pindah ke mangkok, dari mangkok pindah ke baskom. Di aduk lagi..
“ ye…jadi..! “ teriaknya dengan penuh gembira.
“ apanya Ya yang jadi ? sekilas kulihat ia dengan mainannya.
Wow…!! Aku sedikit terkejut. Air tumpah di mana – mana. Gula pun berceceran, dipakai mainan.hampir saja diri ini gregetan. Namun demi melihat kepolosannya, luluhlah hati ini. Seringkali sebagai manusia ketika kita menemukan hal – hal yang tidak kita sukai, biasanya yang muncul duluan adalah emosi. Wajarkah ? wajar saja. Namun,selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap kejadian. Jika saja aku sempat menemaninya bermain, tentu akan aku ajarkan, bagaimana membuat teh yang benar.terima kasih anakku.

Tidak ada komentar :